Oleh: Reko Kurniawan | 15 Mei 2008

Warnet…masih layakkah?

Beberapa tahun kebelakang, warnet merupakan bisnis yang diminati, bagaikan
jamur dimusim penghujan, kita bisa melihat warnet disana sini.
Hal ini sangat wajar melihat antusiasme masyarakat akan internet.

Maraknya bisnis ini dipicu juga oleh semakin murahnya biaya investasi dan akses internet yang semakin cepat, konten yang tersedia serta alternatif hiburan, semisal game online.

Untuk mengakses internet dengan nyaman berjam-jam, serta tanpa keluar biaya yang bikin kantong bolong, warnet menjadi pilihan utama. tidak banyak alternatif dalam mengakses internet, hanya dibeberapa tempat saja orang bisa browsing atau/dan chatting, misalnya dikampus/sekolah/kantor, itupun tidak semua menyediakan fasilitas internet.

Untuk dirumah, kita tidak punya pilihan selain memakai layanan telkomnet instan atau isp yang super lambat, dengan konsekuensi nada telpon kita akan terdengar tut..tut..tut bagi penelepon.

Pada waktu itulah era kejayaan dari warnet, orang yang berkeinginan untuk mencari penghasilan tambahan atau bahkan penghasilan utama mulai melirik bisnis ini, tak ayal bisnis warnet pun semakin sesak. Pemilik warnet mulai melakukan promosi agar warnet miliknya tetap diminati oleh pelanggan atau dalam rangka menarik minat pelanggan baru, entah itu dengan menawarkan paket harga yang murah, memberikan teh botol gratis bagi pelanggannya, atau kenyamanan, privasi, dan lain sebagainya.

Waktu pun terus berlalu, teknologi terus berkembang, gaya hidup berubah secara dinamis, warnet tidak hanya berperang antar sesama warnet, kini warnet harus berhadapan dengan alternatif penyedia layanan internet lainnya tidak hanya isp. Yah…sekarang ini kita diberi banyak pilihan dalam menikmati akses internet, bahkan kita bisa berinternet ria dalam keadaan mobile – dengan menggunakan layanan tambahan yang disediakan oleh operator telekomunikasi/Internet.

Tidak sampai disitu bahkan kita pun bisa internetan dirumah dengan menggunakan fasilitas RTRW Net atau berlangganan ke provider internet berkecepatan tinggi menggunakan modem 3/3.5G (HSDPA). Cakupan 3/3.5G pun semakin luas bahkan sampai ke kompleks perumahan.

memang teknologi 3/3.5G ini merupakan teknologi yang relatif masih mahal, dan dengan keterbatasan tertentu, sebut saja quota pemakaian, tetapi teknologi ini memberikan akses internet yang sangat cepat…dalam itungan detik situs yang kita inginkan langsung terbuka…tidak pakai lama.

Yang menambah sempoyongan bisnis warnet adalah teknologi wireless – hotspot. konsep cafe dengan hotspot semakin memanjakan pelanggannya..pelanggan tidak hanya makan atau ngobrol dengan teman yang berada depan , kiri atau kanannya saja, tetapi bisa ngobrol dengan teman yang berada dibelahan dunia lain atau dengan orang yang baru dikenal melalui fasilitas messenger serta menikmati konten dari internet lainnya.

Hotspot ini pun sekarang sudah banyak merambah ke mall-mall atau pusat perbelanjaan lainnya. Pemandangan orang yang menenteng laptop kemana-mana bukanlah hal yang aneh…mereka rela menggendong tambahan beban 2 kg agar bisa internetan gratis. laptop pun tidak lagi menjadi barang mewah, kita bisa membeli laptop baru seharga 2 jutaan. Inilah yang menjadi tren saat ini. Tren tersebut sudah merambah ke kalangan remaja atau anak muda dan biasanya tren yang terjadi pada anak muda akan cepat menyebar.

Jadi apakah bisnis warnet ini masih layak, mengingat pasar untuk warnet semakin menciut? tentu saja masih, kebutuhan dan keinginan masyarakat akan internet semakin besar senada dengan semakin beragamnya konten yang ditawarkan oleh internet. Online game pun kedepannya akan semakin berkembang. Akan tetapi kita harus merespon tren yang ada dimasyarakat, warnet harus bisa menawarkan layanan tambahan, konsep gabungan (cafe+internet, penyewaan komik+internet, dll) perlu dipertimbangkan – yang merupakan diferensiasi layanan atau produk – tentu saja biaya investasi yang akan dikeluarkan semakin besar.

Merespon tren ini bukanlah pekerjaan yang mudah dan murah, kita harus melakukan analisis terhadap pasar – ada tidaknya kebutuhan dan seberapa besar potensi pasar yang ada. Timing yang tepat juga merupakan faktor yang harus diperhatikan selain faktor utama yaitu tempat, produk, harga serta promosi. Singkatnya agar investasi yang kita keluarkan tidak menjadi sia-sia sebaiknya kita melakukan studi kelayakan terlebih dahulu.


Tanggapan

  1. studi kelayakan??? konsultan bgt seeeeh….hidup wi-fi lah, apalagi dah mau wi-max..warnet? kelaut aja.

  2. sorry walaupun belom kenal gw mau nanya soal warnet, kebetulan gw mau ada rencana buka warnet di rumah. Kalo boleh tau untuk 10 pc gw harus sedia modal berapa ya? total nya (untuk semuanya)?
    Thx bgt sebelumnya…


Beri tanggapan

Your response:

Kategori